Cerita hot gay terbaru ngentot bersama alex temanku

Click to this video!
24437 views

Cerita hot gay terbaru ngentot bersama alex temanku

Cerita hot gay terbaru ngentot bersama alex temanku – Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL.”AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut”,katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama “Alexis” diambil.

Mungkin ayah Alex tidak memperhatikan bahwa Tsar Rusia itu bersama anak-anaknya, termasuk Alexis, kelak dibunuh oleh Kaum Komunis Bolshevik. Satu-satunya yang selamat dari pembunuhan itu adalah Puteri Anastasia, yang keberadaannya juga kontro-versial dan misterius. Pangeran Alexis menderita penyakit darah. Penyakit yang belum ada obatnya ini berakibat masuknya pengaruh spiritual Pendeta Rasputin dalam Keluarga Tsar. Hal ini kelak juga merupakan salah satu penyebab terjadinya Revolusi Bolshevik di Rusia waktu itu.
Alex berijazah D-3, Jurusan Akuntansi. Dia kuliah sambil kerja sebagai Satpam diperusahaan tempatku bekerja. Walaupun sudah berijazah D-3 Akuntansi tapi (seperti juga aku Johan Pahlawan dan temanku satu lagi Jose Rizal),dia belum berhasil mendapat pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Alex berumur 25 tahun, setahun lebih muda dari aku. Dia sudah dua tahun menikah dan isterinya baru saja melahirkan anak pertama mereka.
Jika hubunganku dengan Rizal bernuansa hubungan homosexual,maka hubungan pertemananku dengan Alex adalah tulus seperti dua sahabat. Aku terpaksa, menggunakan kata tulus. Sebab, mungkin hubunganku dengan Rizal tidak tulus, karena barangkali saja kedekatanku dengan Rizal didorong oleh nafsu homosexual.
Untuk memudahkan pengaturan jaga atau piket Satpam di perusahaan kami, pasangan piket diatur secara tetap. Cara ini mengambil pola Polisi AS, dimana Anggota Polisi (Police Officer) bertugas dengan pasangan tetap.Semula akan diatur aku berpasangan dengan Rizal. Tapi aku yang menolak, karena aku khawatir, aku tidak bisa mengendalikan diri jika jaga berdua dengan Rizal. Bagiku wajah dan tubuh Rizal terlalu menggodaku yang homosex. Apalagi Rizal juga homosex. Jangan-jangan nanti bukannya jaga malam atau piket malahan aku dan Rizal nge-homo saja kerjanya setiap kali jaga.
Alex orangnya baik hati dan sabar.Dia juga pandai menyimpan rahasia. Alex sebetulnya lumayan cakep. Kedua-belas orang anggota Satpam di perusahaan kami semuanya bertampang lumayan. Aku tidak tahu apakah pada saat penerimaan pegawai,unsur tampang juga jadi kriteria. Menurut Carolina, Sekretaris Bos Besar, Kolonel Subagyo ikut memeriksa berkas lamaran Satpam dan foto-foto mereka. Meskipun punya anak-isteri, Kolonel Subagyo doyan lelaki.
Aku sendiri pernah “dipakai” Pak Bagyo dan aku curiga, jangan-jangan Rizal juga pernah dicicipi. Karena Rizal pernah disuruh mengantar Pak Bagyo ke luar kota, untuk “menyetir mobilnya”.
Seorang model yang merangkap peragawan dan sudah Come Out of the Closet, artinya “secara terbuka menyatakan dirinya homosex” pernah bertamu ke kantor kami dan dia berkomentar tanpa malu-malu kepada Bos Besar “Mas, Satpam disini cakep-cakep ya, seperti Satpam di Hotel Mulia”. Menurut dia, Satpam di Hotel Mulia banyak yang putih bersih dan cakep-cakep.Malahan dia mengaku sudah berhasil mencicipi salah seorang Satpam di sana. Gila! Apa iya?
Karena tekanan ekonomi, setelah tamat SMU, Alex masuk pendidikan aparat pertahanan-keamanan [tak perlu kusebut apakah Alex masuk aparat pertahanan atau aparat keamanan, tidak etis] dan dia sempat berdinas hampir setahun dengan pangkat tamtama.
Malang bagi Alex, agaknya wajahnya yang menarik serta tubuhnya yang mulus atletis, menggiurkan seorang perwira yang jadi pimpinannya. Akibatnya dia sering jadi sasaran nafsu sadis atasannya itu. Dengan alasan yang dicari-cari, Alex sering dihajar dan disiksa. Tapi Alex tetap tabah dan sabar diperlakukan demikian.
Rupanya si perwira sadis tidak pernah puas.Suatu kali,Alex terlambat kembali keasrama setelah izin bermalam.Kesalahan ini dijadikan alasan oleh si perwira memuaskan nafsunya menghajar dan menyiksa Alex sepuas-puas-nya. Termasuk siksaan-siksaan sexual. Akibat siksaan kejam atasannya itu Alex harus dirawat di rumah sakit. Untuk menutupi perbuatannya, si perwira malahan memecat Alex dengan alasan kesehatan. Apa yang dialami oleh Alex diketahui oleh Pak Bagyo. Pak Bagyo-lah yang menolong Alex masuk perusahaan kami.
Aku sayang sekali pada Alex. Penampilannya yang ramah dan hangat membikin aku ingin menumpahkan kasih sayangku pada Alex. Aku senang mengelus-ngelus punggungnya yang keras dan kekar. Aku juga sering pura-pura memijat punggungnya “sebagai teman”. Padahal aku sudah ngaceng berat sejadi-jadinya. Alex sendiri terlalu baik hati untuk menepis atau menolak untuk diperlakukan demikian.
Dia lebih sering membiarkan aku memuaskan nafsuku memanfaatkan tubuhnya. Kadang-kadang aku merasa jadi anak kucing yang bermain-main dengan ekor induknya. Sementara Alex adalah si induk kucing. Walaupun Alex sudah tahu aku punya kecenderungan homosexual, tapi dia tidak pernah gossip atau bergunjing tentang aku. Aku senang piket berdua Alex karena dia bukan homosex, jadi aku tidak punya kesempatan berbuat gila-gilaan!.
Aku sering berbuat nakal terhadap Alex. Seperti misalnya minta kopinya sedikit atau ikut makan dari piringnya. Semuanya itu adalah manifestasi dari kegilaan homosexualku. Ingin menghirup bekas bibirnya di gelas atau makan berdua Alex seperti penganten. Karena aku yakin seumur hidupku aku tidak akan pernah mengalami jadi penganten. Tapi Alex menghadapi kegilaanku dengan sabar sekali.
Dia benar-benar teman dan sahabat sejati. Karena itu, kalau sedang piket berdua, jika dia sedang mandi. Diam-diam aku masukkan uang ke dalam dompetnya. Mula-mula dia kebingungan dompetnya tiba-tiba isinya bertambah. Lama-lama dia tahu juga bahwa aku yang memberi uang. Sekarang kalau dompetnya bertambah isinya, dia langsung bilang terima kasih padaku.
Alex adalah satu-satunya teman straight-ku yang sering jadi tempat curhat-ku. Seperti, tentang perasaanku terhadap Rizal, tentang kecemburuanku pada Lino, tentang cowok selebriti yang pernah hubungan homosex dengan aku. Juga tentang betapa aku khawatir akan ketularan AIDS, kegalauanku jadi setengah-pelacur. Tapi, aku yakin sekali Alex tidak akan pernah membocorkan rahasiaku. Karena itu, Alex sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Demikian juga sikap Alex kepadaku.
Dari segi kelelakian (yang tidak akan pernah bisa aku nikmati) Alex juga istimewa. Tingginya 170 cm beratnya 70 Kg, wajahnya cakep, kulitnya coklat terang, tubuhnya atletis, lengannya mulus tapi ketat. Kalau piket berdua, dulu aku suka memaksa minta mandi bareng. Alex menurut saja. Tapi aku jadi malu pada Alex, karena waktu mandi bareng aku nggak tahan dan terpaksa ngaceng melihat tubuh Alex yang menawan dan kelelakian itu. Tak heran jika perwira atasannya dulu suka menyiksa Alex. Apalagi si perwira selalu menelanjangi Alex dulu sebelum Alex disiksa secara sexual.
Alex juga pernah cerita kepadaku bahwa sebelum masuk ke perusahaan kami, Alex disuruh bantu-bantu di rumah Pak Bagyo. Dia juga mengaku bahwa kalau isteri dan anak Pak Bagyo sedang tidak di rumah,Pak Bagyo sering memaksa Alex untuk melayani pelampiasan nafsu homosexualnya.Aku sering sedih, terharu dan marah jika mendengar cerita tentang apa yang pernah dialami Alex.
Seperti semua Satpam di perusahaan kami, Alex juga rajin menjaga stamina dan kekuatan tubuhnya. Juga latihan bela diri. Kalau sedang berdua, aku senang ngelendot bermanja-manja ke tubuhnya. Aku merasa tenteram sekali. Entah apa yang dirasakan Alex! Meskipun Alex lebih muda setahun dari aku, tapi sikapnya kebapaan sekali.
Kadang-kadang kesabaran Alex aku salah-gunakan. Ketika isterinya hamil, Alex bercerita bahwa dia sudah lama tidak hubungan sex. Padahal sebagai pria straight rupanya Alex juga bukan tipe suka onani. Jadi Alex hanya menyalurkan hasrat sexual-nya melalui mimpi basah saja.Tapi dasar aku homo kurang-ajar, aku pernah minta mengisap kontolnya.
Sebetulnya Alex menolak, tapi seperti biasa aku nakal. Bersikap seperti anak kucing terhadap ekor induknya. Saat piket, waktu Alex sedang tidur kelelahan, risletingnya aku buka dan kontolnya aku isap sampai dia keluar pejuh. Alex terbangun, untung tidak marah,dia hanya mengomel “Gila juga lu, Wan!”, sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Ketika kembali, dia tidak marah dan dia tidur lagi. Besoknya aku minta maaf pada Alex dan Alex hanya memeluk aku dengan mesra tanpa bilang apa-apa. Seakan dia berkata “Sudah aku maafkan”. Alex adalah satu-satunya orang yang memanggil aku “Wan” dari namaku Johan Pahlawan. Sejak insiden mencuri blow-job itu aku berjanji tidak akan mengganggu Alex lagi secara sexual.
Karena di perusahaan kami ada dua orang Satpam yang mau melayani ajakan hubungan homosexual, Alex bukannya tidak pernah diganggu oleh cowok-cowok yang sedang shooting. Tentu saja Alex tak tergoda. Jangankan diajak hubungan homosexual, ngeloco saja Alex tidak pernah!. Dia hanya mau berhubungan sex secara wajar dengan isterinya.

Incoming search terms:

Tags: #abg ngentot #cerita dewasa #gay ngentot #gay nyepong #gay sange

Leave a reply "Cerita hot gay terbaru ngentot bersama alex temanku"

Author:
    author